
Airlangga berharap ETF Emas tidak hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas pasar.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan kehadiran ETF Emas diharapkan memperkuat stabilitas pasar melalui diversifikasi instrumen dan pilihan investasi.
Penghimpunan Dana Capai Rp123,21 Triliun
Dari sisi kinerja, hingga 7 Agustus 2026, penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp123,21 triliun melalui 135 aksi korporasi.
Jumlah emiten di Pasar Modal Indonesia juga telah melampaui 962 perusahaan. Sementara jumlah investor mencapai 30,27 juta, bertambah sekitar 9,8 juta investor, dengan 78 persen di antaranya berusia di bawah 40 tahun.
Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tercatat Rp667 triliun, sedangkan Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.026 triliun.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor,” ujar Hasan.
Di sisi perdagangan karbon, volume transaksi kumulatif sejak 26 September 2023 hingga 7 Agustus 2026 mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp93,89 miliar. Transaksi tersebut melibatkan 158 perusahaan dengan ketersediaan unit karbon 3,14 juta ton CO2 ekuivalen.





