
“Di tahun lalu saja, meskipun kita hanya memberikan dana riset dan pemetaan potensi ekonomi, ternyata yang mereka lakukan lebih daripada itu. Sore hari mereka membuat kelas English Corner, kemudian extracurricular untuk masyarakat-masyarakat transmigrasi,” jelasnya.
Sejumlah perguruan tinggi juga turut membantu menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar di kawasan transmigrasi, termasuk kebutuhan air bersih di Papua.
Tahun ini, dukungan program diperluas. Pemerintah tidak hanya menyediakan pendanaan riset, tetapi juga dana pengabdian kepada masyarakat.
“Sekarang tahun ini, kita tidak hanya memberikan dana riset, tetapi kita juga memberikan dana untuk pengabdian masyarakat,” katanya.
Iftitah menyebut sekitar 200 tim akan mendapatkan dukungan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di 53 kawasan transmigrasi. Sebanyak 10 kawasan di antaranya berada di Papua, sementara kawasan lainnya tersebar termasuk di wilayah Sulawesi.
Program tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok Indonesia. (*)





