MakassarNews

Kinerja Sektor Jasa Keuangan Sulsel Tetap Stabil, Kredit dan Investor Pasar Modal Tumbuh

Fungsi intermediasi perbankan tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 117,71 persen, sementara rasio kredit bermasalah atau NPL berada di level 3,70 persen.

Perbankan syariah mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Asetnya tumbuh 30,80 persen menjadi Rp23,89 triliun, DPK naik 30,62 persen menjadi Rp16,18 triliun, dan pembiayaan meningkat 24,28 persen menjadi Rp19,35 triliun. Pangsa aset perbankan syariah mencapai 10,87 persen, dengan tingkat intermediasi 119,64 persen dan NPF 2,27 persen.

Dukungan pembiayaan juga terlihat pada sektor UMKM. Kredit UMKM mencapai Rp62,30 triliun atau 36,06 persen dari total kredit perbankan, dengan 902.581 debitur. Kredit tersebut tumbuh 1,12 persen secara tahunan.

BACA JUGA  OJK Sulselbar Dorong Literasi Keuangan Syariah Santri Melalui Edukasi di Sekolah Putri Darul Istiqamah Kabupaten Maros

Segmen mikro mendominasi dengan porsi 56,50 persen atau sekitar Rp35,20 triliun, diikuti usaha kecil 28,98 persen atau Rp18,06 triliun, serta usaha menengah 14,52 persen atau Rp9,04 triliun. Jumlah debitur masing-masing mencapai 841.081 untuk usaha mikro, 57.103 usaha kecil, dan 4.397 usaha menengah.

Di pasar modal, jumlah investor mencapai 766.125 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 79,28 persen. Investor saham mencapai 213.418 atau tumbuh 44,66 persen, reksa dana 736.514 atau tumbuh 81,35 persen, dan SBN 23.681 atau tumbuh 24,30 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam investasi dan meningkatnya inklusi keuangan daerah.

BACA JUGA  Makassar Virtual Run Hadirkan Konsep Olahraga Sambil Lapor Masalah Kota, Poin Bisa Ditukar Hadiah

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button