
Berdasarkan sektor, layanan konsumen terbanyak berasal dari fintech sebanyak 880 layanan, perbankan 547 layanan, pembiayaan 464 layanan, asuransi 40 layanan, dan pasar modal 10 layanan.
Selain itu, permintaan informasi debitur melalui SLIK mencapai 9.687 layanan, terdiri atas 6.635 layanan tatap muka dan 3.052 layanan daring sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Dengan pertumbuhan perbankan, peningkatan investor pasar modal, perkembangan IKNB, serta penguatan literasi dan perlindungan konsumen, sektor jasa keuangan Sulawesi Selatan dinilai tetap memiliki fondasi yang kuat dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.
Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan, baik melalui perbankan, pasar modal maupun berbagai instrumen pembiayaan dan perlindungan keuangan. OJK menilai perkembangan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dan perekonomian daerah di tengah dinamika global dan domestik. (*)





