
Mengingat dampak kebakaran yang cukup luas, bantuan tidak hanya diberikan dalam satu tahap. Pengurus KORPRI Makassar terus menghimpun donasi ASN yang nilainya telah mencapai puluhan hingga mendekati ratusan juta rupiah untuk disalurkan pada tahap berikutnya.
Munafri menjelaskan, pembagian tugas antarinstansi dilakukan agar kebutuhan korban dapat ditangani secara lebih terarah. Dinas Sosial menangani penyediaan makanan utama, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menangani kebutuhan logistik kebencanaan lainnya.
Sementara itu, bantuan dari KORPRI diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi warga, seperti pakaian, perlengkapan sehari-hari, hingga obat-obatan.
Di tengah meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau dan cuaca panas, Munafri juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di lingkungan rumah masing-masing.
Pada awal Agustus, sejumlah kebakaran besar melanda kawasan permukiman warga, di antaranya di Jalan Sultan Abdullah, Kecamatan Tallo, serta Jalan Kandea, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala.
Menurut Munafri, sebagian kasus kebakaran dapat dipicu oleh korsleting listrik maupun kelalaian dalam aktivitas rumah tangga. Karena itu, masyarakat diminta melakukan langkah pencegahan sederhana, termasuk tidak membiarkan kabel charger tetap terhubung ke sumber listrik ketika tidak digunakan.





