
Ia berharap branding yang nantinya dipilih tidak hanya memperkuat posisi Makassar sebagai kota besar di Indonesia Timur, tetapi juga meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional dan internasional.
Di sisi lain, pemerintah mengedepankan konsep impactful government, yakni kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat. Salah satunya melalui kebijakan pemilahan sampah dari sumber serta upaya mengarahkan sekitar 50 persen belanja pemerintah untuk membeli produk dan jasa lokal.
Menurut Munafri, belanja lokal dapat memperkuat perputaran ekonomi dan memberikan ruang lebih besar bagi UMKM Makassar.
“Kalau dayanya kuat, tentu dampak ekonomi yang dirasakan pasti akan jauh lebih baik. Itu cara kami untuk menggerakkan ekonomi lokal yang ada di Kota Makassar,” jelasnya.
Munafri juga menegaskan Pemkot Makassar tidak ingin melakukan promosi kota secara besar-besaran sebelum pembenahan internal dilakukan. Tata kota, infrastruktur, hospitality dan fasilitas pendukung perlu diperkuat agar wisatawan yang datang memiliki pengalaman positif dan terdorong untuk kembali.
Penguatan event berskala besar juga menjadi salah satu strategi. Menurut Munafri, event dapat menciptakan efek ekonomi berantai melalui peningkatan okupansi hotel, transaksi UMKM, restoran, pusat kuliner, pasar hingga sektor jasa.





