
Makassar juga dinilai memiliki modal besar untuk mengembangkan pariwisata bahari melalui garis pantai yang panjang dan gugusan Kepulauan Spermonde. Letaknya di jalur perdagangan dan konektivitas kawasan Asia-Pasifik juga menjadi keunggulan strategis yang telah dimiliki Makassar sejak lama.
Selain ekonomi dan pariwisata, Munafri menekankan pentingnya keamanan, kenyamanan dan toleransi sebagai bagian dari daya saing kota. Ia menyebut posisi Makassar dalam indeks toleransi tahun ini berada di peringkat sembilan nasional.
Pemkot juga memberi perhatian terhadap pengembangan anak muda dan pengurangan pengangguran melalui Makassar Creative Hub. Dua fasilitas yang tersedia saat ini menjadi ruang gratis bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, mulai dari barista, makeup artist, coding hingga kewirausahaan.
“Yang mau jadi entrepreneur silakan datang, yang mau jadi barista silakan datang, yang mau jadi makeup artist silakan datang, yang mau belajar coding silakan datang,” katanya.
Munafri mengatakan Makassar Creative Hub juga telah membuka kolaborasi dengan berbagai pihak dari industri kreatif dan teknologi. Ia ingin Makassar tidak hanya dikenal sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, tetapi juga sebagai kota kreatif yang memiliki daya saing.





