
Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan maksimal apabila nilai persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial tidak menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Pemerintah Kota Makassar, kata Appi, terus mendorong terwujudnya kota yang inklusif dengan memberikan ruang yang setara kepada seluruh pemeluk agama untuk melaksanakan ibadah maupun merayakan hari besar keagamaan secara aman dan nyaman.
Ia juga menekankan bahwa setiap perayaan keagamaan diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Makna sebuah peringatan, menurutnya, tidak hanya terletak pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada bagaimana nilai kebersamaan dan kepedulian diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Appi menegaskan, aksi kemanusiaan tidak mengenal batas agama, suku, maupun latar belakang. Kepedulian terhadap sesama harus diberikan kepada siapa pun yang membutuhkan dengan dilandasi keikhlasan dan semangat persaudaraan.
“Keberagaman yang kita miliki harus menjadi jembatan untuk saling mengenal, menghargai, dan bekerja sama, bukan menjadi alasan untuk terpecah,” demikian pesan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.





