
“Didistribusikan, dilakukan secara mandiri oleh masyarakat,” terangnya.
Sistem pengelolaan berbasis masyarakat tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan program SPAM. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan fasilitas secara swadaya.
Masyarakat yang membutuhkan air dapat mengambilnya dengan membawa wadah atau jeriken untuk digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Munafri juga memastikan kualitas air yang dihasilkan dalam kondisi baik. Sumber air SPAM Cambaya berasal dari sumur bor dengan kedalaman sekitar 180 meter.
“Kualitasnya bagus. Sumur kedalamannya 180 meter,” kata Munafri.
Dengan berfungsinya SPAM Cambaya, Pemkot Makassar berharap masyarakat memiliki sumber air alternatif yang dapat diandalkan, terutama saat pasokan air mengalami tekanan akibat musim kemarau.
Pemerintah kota juga akan terus mengidentifikasi wilayah lain yang membutuhkan fasilitas serupa sebagai bagian dari strategi menghadapi dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih tetap terpenuhi. (*)





