
Munafri menjelaskan, fasilitas tersebut telah diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri dan swadaya. Pengelolaan itu telah berjalan sekitar empat bulan.
“Tadi saya datang lihat SPAM ini, sekitar empat bulan berjalan, diberikan oleh PU kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri, secara swadaya,” kata Munafri.
Awalnya, fasilitas tersebut ditargetkan melayani sekitar 83 rumah. Namun, jaringan air bersih yang tersedia kini telah mampu menjangkau hingga 109 rumah warga.
“Ini mengaliri, target awalnya kurang lebih hanya 83 rumah, tapi akhirnya menjadi 109 rumah yang mereka layani,” terangnya.
Menurut Munafri, keberadaan SPAM menjadi salah satu langkah strategis dalam mengantisipasi dampak musim kemarau, terutama di wilayah yang secara geografis memiliki keterbatasan sumber air.
“Ini adalah salah satu antisipasi kita untuk bagaimana mengantisipasi kemarau panjang,” ujarnya.
Pemkot Makassar melalui Dinas PU juga telah merencanakan pembangunan fasilitas SPAM serupa di sejumlah wilayah lain. Sedikitnya 13 titik tambahan disiapkan untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang paling membutuhkan.





