
Sementara itu, dua posisi Eselon II masih kosong, yakni Asisten I dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Makassar.
Zulkifly menjelaskan, dua hari pertama job fit difokuskan pada sesi wawancara. Setiap peserta diwawancarai oleh tiga anggota panitia seleksi (pansel) untuk menggali capaian kinerja, inovasi, tantangan dalam menjalankan tugas, hingga kesesuaian kompetensi dengan jabatan yang diemban.
“Panselnya ada tujuh dan alhamdulillah tadi berjalan dengan lancar. Pesertanya ada 40. Satu peserta diwawancarai oleh tiga orang dari pansel,” ujarnya.
Dalam sesi wawancara, peserta juga diminta menjelaskan capaian kinerja dan dampaknya terhadap program prioritas, pengawasan dan pembinaan, inovasi, serta realisasi anggaran.
Selain itu, peserta diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai inovasi yang telah dilakukan, kendala yang dihadapi selama memimpin OPD, hingga pandangan mengenai kesesuaian dirinya dengan posisi saat ini.
“Jadi kami tanya bagaimana inovasi yang dibuat, realisasi anggaran, apa tantangannya, kemudian apakah peserta merasa cocok di posisi itu atau ada keinginan untuk pindah, dan kira-kira cocoknya ke mana. Itu menjadi bahan untuk disampaikan kepada Pak Wali,” jelas Zulkifly.





