
“Melalui SMEP, jajaran PKK dapat melihat capaian program, mengidentifikasi berbagai tantangan yang ditemukan di lapangan, sekaligus menyusun langkah perbaikan agar gerakan PKK semakin efektif, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga dasawisma,” ujar Melinda.
Ia meminta kader PKK terus meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat, terutama dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.
Sejumlah isu yang dinilai perlu mendapat perhatian antara lain penanganan stunting, penguatan ekonomi keluarga melalui UMKM, peningkatan kualitas pendidikan anak, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian khusus Melinda di Kecamatan Makassar. Karakter wilayah yang banyak dihuni permukiman padat dengan aktivitas masyarakat yang tinggi dinilai membutuhkan keterlibatan bersama dalam menjaga kebersihan.
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan maupun tempat pemrosesan akhir (TPA). Pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama lingkungan rumah tangga.
“Masalah sampah tidak bisa lagi kita serahkan sepenuhnya kepada petugas kebersihan di TPA. Solusi paling efektif harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu dari rumah tangga itu sendiri,” tegas Melinda.





