
Dalam konteks tersebut, kader PKK dinilai memiliki peran penting untuk mengedukasi keluarga mengenai kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari rumah, termasuk memulai dari sampah yang dihasilkan di dapur.
Melinda mendorong setiap keluarga memisahkan sampah organik seperti sisa makanan dan sampah dapur dari sampah anorganik berupa plastik, kertas, serta botol.
Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai juga perlu menjadi kebiasaan. Masyarakat dapat mulai membawa tas atau kantong belanja sendiri saat beraktivitas.
Selain itu, Melinda meminta keberadaan Bank Sampah Unit di tingkat kelurahan dan RW dimanfaatkan secara maksimal. Sampah anorganik yang telah dipilah dapat memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi sumber tambahan penghasilan bagi keluarga.
Untuk sampah organik, masyarakat didorong mengolahnya menjadi kompos maupun eco-enzyme. Hasil pengolahan tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan lorong melalui program Sombere & Smart City.
Melinda juga meminta kader Dasawisma di Kecamatan Makassar menjadi penggerak perubahan perilaku dengan memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat, termasuk melalui pendekatan dari rumah ke rumah.





