
Penanganan kekeringan tersebut melibatkan sejumlah unsur lintas sektor. BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pemerintah kecamatan yang ikut mendukung distribusi air dan pengisian tandon warga.
Hasil analisis teknis BPBD menunjukkan dampak kekurangan air bersih telah menjangkau enam kecamatan prioritas. Selain lima kecamatan yang mendapat distribusi pada Sabtu, Kecamatan Manggala juga masuk dalam wilayah yang menjadi perhatian pemerintah.
Kawasan tertentu seperti Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, turut mendapat perhatian dalam penanganan krisis air. Namun, distribusi bantuan tidak dibatasi hanya pada wilayah yang masuk daftar prioritas.
BPBD membuka kesempatan bagi masyarakat di seluruh kecamatan di Kota Makassar untuk mengajukan permintaan bantuan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Pengecualian berlaku untuk Kecamatan Kepulauan Sangkarrang yang memiliki kondisi geografis dan pola penanganan tersendiri.
Warga yang membutuhkan bantuan juga diminta segera melaporkan kondisi di wilayah masing-masing. Pemkot Makassar menyediakan sejumlah kanal pengaduan yang dapat digunakan selama 24 jam, yakni aplikasi Lontara Plus, layanan darurat 112, dan nomor telepon BPBD 08155112112.





