
SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR – Kemajuan teknologi digital terus mengubah wajah pendidikan kedokteran gigi. Di saat yang sama, Indonesia masih dihadapkan pada persoalan klasik, seperti ketimpangan akses layanan kesehatan gigi, distribusi tenaga medis yang belum merata, hingga pemanfaatan hasil riset yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat. Tantangan tersebut menjadi fokus pembahasan dalam sesi panel ilmiah Kongres Nasional Perdana Majelis Guru Besar Kedokteran Gigi Indonesia (MGBKGI).
Majelis Guru Besar Kedokteran Gigi Indonesia (MGBKGI) menggelar National Congress perdana di Unhas Hotel and Convention, Universitas Hasanuddin, pada Jumat (7/8). Forum ini dimaksudkan untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus memperluas ruang kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pendidikan kedokteran gigi.
Mengusung tema _Academic Leadership in the Digital Era: Inovasi dan Kolaborasi Guru Besar Kedokteran Gigi Indonesia untuk Mewujudkan Riset Berdampak dan Transformasi Pendidikan Tinggi_, kongres menghimpun 60 guru besar dari 18 institusi pendidikan kedokteran gigi di Indonesia.





