
Menurutnya, posisi Makassar sebagai ibu kota Sulawesi Selatan sekaligus pintu gerbang Indonesia Timur menjadi keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas konektivitas ekonomi dan pariwisata.
Selain memiliki destinasi wisata, Makassar juga ditopang keberadaan perguruan tinggi, industri kreatif, basis komersial, serta sumber daya manusia yang potensial.
“Makassar punya tourism asset yang besar. Tinggal bagaimana dikembangkan menjadi satu tourism ecosystem,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Imat menawarkan tiga gagasan yang dapat menjadi bagian dari strategi Makassar menuju pasar internasional, yakni Experience Makassar, Creative Outsourcing Center, dan Makassar Hub.
Konsep Experience Makassar diarahkan untuk mengemas berbagai potensi wisata Makassar menjadi pengalaman yang lebih menarik dan memiliki karakter kuat bagi wisatawan mancanegara.
Menurut Imat, pariwisata tidak cukup hanya menjual destinasi. Potensi yang ada perlu dikembangkan menjadi sebuah pengalaman yang memiliki nilai serta daya saing di pasar internasional.
Sementara Creative Outsourcing Center ditujukan untuk mempertemukan talenta lokal dengan kebutuhan industri kreatif di pasar global.





