
Ia meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah risiko, termasuk kekurangan air, kebakaran, maupun gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kondisi cuaca kering.
Jajaran pemerintah, terutama aparatur kecamatan dan kelurahan, diminta terus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan responsif terhadap dampak musim kemarau.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengajak masyarakat menjadikan Maulid sebagai momentum untuk menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Aliyah, peringatan Maulid bukan hanya tentang mengenang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai yang beliau ajarkan di tengah masyarakat.
“Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk terus meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperkuat ukhuwah, kepedulian, dan kebersamaan, insyaallah kita dapat bersama-sama mewujudkan Kota Makassar yang semakin religius, harmonis, dan penuh keberkahan,” ujar Aliyah.
Maulid Akbar Pesisir di Paotere akhirnya menjadi ruang pertemuan pemerintah dan masyarakat dalam suasana keagamaan. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut turut menghidupkan karakter kawasan pesisir serta mengajak masyarakat menerapkan nilai persaudaraan, kepedulian, dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sosial. (*)





