
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Kawasan Dermaga Pelabuhan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, berubah semarak pada Jumat (28/8/2026) malam. Ribuan warga berkumpul mengikuti Maulid Akbar Pesisir Makassar 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota Makassar dengan konsep khas kehidupan masyarakat pesisir.
Deretan perahu nelayan turut menghiasi kawasan pelabuhan. Kehadiran armada tersebut menjadi pembeda dalam pelaksanaan Maulid tahun ini sekaligus memperkuat identitas Paotere sebagai salah satu kawasan yang lekat dengan kehidupan masyarakat nelayan Makassar.
Maulid Akbar Pesisir dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, serta Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa.
Sejumlah unsur Forkopimda Makassar, jajaran Pemkot Makassar, Kementerian Agama Kota Makassar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, hingga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar turut hadir.
Penceramah dalam kegiatan tersebut adalah Ustaz Das’ad Latif. Selain tausiah, Maulid juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan kepada sejumlah warga melalui program BAZNAS Kota Makassar.
Bantuan diserahkan Munafri Arifuddin bersama Ketua BAZNAS Kota Makassar Usman Sofian.
Suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize bagi masyarakat. Berbagai hadiah disiapkan panitia, mulai dari perabot rumah tangga, voucher belanja senilai Rp250 ribu yang dapat digunakan di Pasar Terong, hingga hadiah utama berupa dua paket umrah untuk dua pasangan.
Appi: Jangan Jadikan Maulid Sekadar Seremonial
Dalam sambutannya, Munafri meminta masyarakat tidak menjadikan peringatan Maulid hanya sebagai agenda tahunan.
Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengingat kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menjalani kehidupan.
Munafri mengajak masyarakat menempatkan Rasulullah sebagai sosok utama yang menjadi panutan.
“Buat apa kita menyimpan besar-besar foto idola kita: Messi, Ronaldo, atau bahkan idola di komik-komik yang tidak berwujud? Sementara kita mempunyai satu sosok istimewa, satu sosok yang sangat-sangat kita agungkan, satu sosok yang memberikan kita gambaran terhadap kehidupan keselamatan dunia dan akhirat, yaitu Nabi Muhammad SAW,” kata Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengatakan keteladanan Rasulullah dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari kepemimpinan yang memberikan rasa aman, menjalankan aktivitas perdagangan dengan adab, membangun keluarga dengan kasih sayang, hingga kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.
“Kehidupan Nabi inilah yang harus terpatri di dalam kehidupan kita, menjadi contoh dan suri teladan untuk kita semua, yang harus kita jalankan pengamalan setiap hari di dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Munafri juga mengapresiasi pelaksanaan Maulid Akbar Pesisir tahun ini yang menurutnya semakin berkembang dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Ia mengingatkan bahwa Pemkot Makassar sebelumnya telah berkomitmen menghadirkan perahu nelayan sekaligus menyediakan lokasi yang lebih nyaman bagi masyarakat.
“Tahun lalu kita janjikan bahwa akan ada perahu-perahu nelayan yang hadir, akan ada tempat yang lebih nyaman dari tahun-tahun sebelumnya, dan alhamdulillah tahun ini kita bisa selenggarakan dengan baik,” tuturnya.
Appi Ingatkan Warga Waspada Musim Kemarau
Di tengah suasana peringatan Maulid, Munafri turut mengingatkan masyarakat mengenai kondisi musim kemarau yang masih berlangsung.
Ia meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah risiko, termasuk kekurangan air, kebakaran, maupun gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kondisi cuaca kering.
Jajaran pemerintah, terutama aparatur kecamatan dan kelurahan, diminta terus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan responsif terhadap dampak musim kemarau.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengajak masyarakat menjadikan Maulid sebagai momentum untuk menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Aliyah, peringatan Maulid bukan hanya tentang mengenang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai yang beliau ajarkan di tengah masyarakat.
“Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk terus meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperkuat ukhuwah, kepedulian, dan kebersamaan, insyaallah kita dapat bersama-sama mewujudkan Kota Makassar yang semakin religius, harmonis, dan penuh keberkahan,” ujar Aliyah.
Maulid Akbar Pesisir di Paotere akhirnya menjadi ruang pertemuan pemerintah dan masyarakat dalam suasana keagamaan. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut turut menghidupkan karakter kawasan pesisir serta mengajak masyarakat menerapkan nilai persaudaraan, kepedulian, dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sosial. (*)





