
Treatment dilakukan secara bertahap dengan target menghasilkan kualitas air yang semakin baik hingga pada bagian keluaran akhir.
“Mulai kolam pertama sampai kolam terakhir, output terakhirnya nanti adalah betul-betul jernih dengan menggunakan bakteri EcoTru,” jelasnya.
Meski demikian, Ferdi menegaskan tingkat keberhasilan treatment tidak cukup hanya dilihat dari perubahan warna atau kejernihan air secara kasatmata. Kualitas air hasil pengolahan akan tetap ditentukan melalui pengujian laboratorium.
Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi indikator untuk memastikan air hasil pengolahan memenuhi baku mutu lingkungan sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Hasil yang kita harapkan nanti, pengujian melalui analisis laboratorium yang memenuhi standar baku mutu sesuai dengan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup,” harapnya.
Sebelum treatment diterapkan secara aktif, tim EcoTru terlebih dahulu melakukan persiapan selama kurang lebih dua pekan. Tahapan tersebut meliputi survei lapangan, identifikasi kondisi setiap kolam, serta pemeriksaan karakteristik air lindi.
Sejumlah parameter awal juga diperiksa, termasuk tingkat keasaman atau pH dan kandungan Chemical Oxygen Demand (COD). Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan perlakuan yang sesuai pada masing-masing kolam.





