
“Dari sisi EcoTru, hampir kurang lebih pertama dua minggu bekerja secara aktif mulai dari survei lokasi, kemudian identifikasi-identifikasi kondisi kolam yang ada,” ungkap Ferdi.
Ia menjelaskan, karakteristik air lindi pada setiap kolam tidak selalu sama. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tahapan pengolahan dan material yang terkandung di dalam air lindi sehingga membutuhkan penanganan yang disesuaikan.
Selain melakukan treatment, tim EcoTru juga memberikan pelatihan kepada sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di kawasan TPA. Pelatihan tersebut bertujuan memastikan pengelola mampu menjalankan proses treatment secara rutin dan berkelanjutan.
“Mereka sudah pernah melakukan uji pH dan uji terkait dengan kandungan COD-nya, yang kemudian mereka men-training tenaga-tenaga SDM yang ada di TPA bagaimana perlakuan-perlakuan secara teratur dari semua kolam yang ada,” jelas Ferdi.
Transfer pengetahuan tersebut diharapkan membuat pengelola TPA dapat mempertahankan proses pengolahan secara konsisten, termasuk memastikan treatment pada setiap kolam dilakukan sesuai prosedur.
Ferdi menekankan, target pembenahan bukan sekadar membuat air lindi terlihat lebih jernih. Pemkot Makassar ingin memastikan proses pengolahan mampu menghasilkan kualitas air yang memenuhi ketentuan lingkungan.





