
“Dengan kondisi air yang ekstrem, bakteri ini mampu bertahan hidup,” terangnya.
Memasuki hari ketiga penerapan treatment, perubahan mulai terlihat pada salah satu kolam. Salah satu indikator awalnya adalah terbentuknya biofilm di Kolam 7.
Biofilm tersebut berfungsi sebagai media untuk menahan mikroorganisme agar tidak cepat terbawa keluar bersama aliran efluen. Dengan begitu, bakteri dapat bertahan lebih lama di dalam kolam dan terus bekerja menguraikan material pencemar.
“Jadi hari ketiga ini sudah tampak biofilm di Kolam 7. Itu berfungsi sebagai penahan bakteri untuk tidak keluar ke efluen secara cepat, sehingga bakteri bisa bekerja terus-menerus sampai tiga bulan ke depan,” ungkap Eka.
Menurut Eka, treatment tersebut menjadi bagian dari upaya bersama EcoTru dan Pemkot Makassar untuk memulihkan pengelolaan lingkungan di kawasan TPA Tamangapa, termasuk area yang saat ini mendapatkan sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
“Jadi, proses pembenahan ini juga menjadi bagian dari upaya kami PT EcoTru bersama Pemerintah Kota Makassar melakukan perbaikan terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan TPA Tamangapa,” katanya.





