
Munafri berpandangan, ketersediaan daya seharusnya masih dapat memiliki cadangan sekitar 30 persen apabila sejumlah unit pembangkit lainnya dapat dioptimalkan dan diintegrasikan ke dalam jaringan.
Pemkot Makassar, kata dia, siap membantu membuka komunikasi dengan unit-unit PLN terkait untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Di sisi lain, ia meminta PLN memberikan informasi yang jelas mengenai jadwal pemeliharaan pembangkit agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dan dampak pemadaman bisa ditekan.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menjelaskan gangguan pasokan listrik di Makassar dan wilayah sekitarnya berkaitan dengan pelaksanaan pemeliharaan berkala pada unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) IPP Jeneponto.
Pemeliharaan dilakukan terhadap salah satu unit pembangkit dengan kapasitas 125 megawatt (MW). Kondisi tersebut kemudian menyebabkan terjadinya defisit daya pada sistem kelistrikan regional Sulselrabar.
Edyansyah memastikan proses pemeliharaan unit berkapasitas 125 MW tersebut ditargetkan selesai paling lambat pada 5 September 2026.
Selain itu, pengelola PLTU Jeneponto juga tengah melakukan pemulihan daya secara bertahap dengan total kapasitas sekitar 300 MW. Tambahan daya tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat kembali sistem kelistrikan Sulselrabar dalam waktu dekat.





