
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar kembali memperluas sasaran program pembebasan iuran sampah bagi masyarakat. Kali ini, warga Kecamatan Bontoala mendapat tambahan akses program yang dirancang sebagai insentif agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.
Perluasan program tersebut disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri Pesta Rakyat di Kelurahan Parang Layang, Selasa (1/9/2026) malam.
Munafri atau yang akrab disapa Appi menjelaskan, skema pembebasan iuran sampah berdasarkan daya listrik rumah tangga telah berjalan selama sekitar satu tahun. Hingga saat ini, sebanyak 979 rumah tangga di Kecamatan Bontoala telah menikmati fasilitas tersebut.
Tahun ini, cakupan penerima akan diperbesar dengan menyasar rumah tangga yang menggunakan daya listrik 900 VA hingga 1.300 VA. Perluasan tersebut diperkirakan menambah sekitar 1.700 rumah tangga sebagai penerima manfaat.
Dengan tambahan itu, jumlah rumah tangga yang mendapatkan pembebasan iuran sampah di Kecamatan Bontoala diproyeksikan mendekati 2.500 rumah.
Namun, insentif tersebut disertai kewajiban. Setiap penerima manfaat harus terlebih dahulu memilah sampah dari rumah sebelum sampah diserahkan kepada petugas untuk diangkut.
Appi menegaskan, kepatuhan warga akan menjadi bagian dari evaluasi program. Pemerintah kota akan melakukan pemantauan secara berkala dan dapat mengevaluasi hingga mencabut fasilitas pembebasan iuran apabila penerima tidak menjalankan kewajiban memilah sampah.
Selain memperluas program, Appi turut memberikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan Bontoala, para lurah, serta masyarakat yang dinilai konsisten menjaga kebersihan lingkungan. Penghargaan khusus juga diberikan kepada petugas kebersihan Kecamatan Bontoala atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas di lapangan.
Menurut Appi, persoalan kebersihan di Bontoala memiliki tantangan tersendiri. Kecamatan tersebut memiliki tiga pasar aktif yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi tingginya transaksi perdagangan juga berbanding lurus dengan produksi sampah setiap harinya.
Kondisi tersebut membuat sampah dari kawasan pasar membutuhkan penanganan lebih serius. Karena itu, Appi meminta seluruh jajaran pemerintah terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah, terutama dari sumbernya.
Ia menilai pembenahan sistem kebersihan tidak boleh ditunda. Upaya tersebut perlu dilakukan sejak sekarang agar generasi berikutnya dapat menikmati Kota Makassar yang bersih, sehat, dan nyaman, bukan justru mewarisi persoalan lingkungan.
Dalam Pesta Rakyat tersebut, Pemkot Makassar juga menyampaikan sejumlah agenda pembangunan di wilayah Bontoala. Salah satunya terkait percepatan perbaikan infrastruktur jalan serta penataan lorong di sejumlah kawasan.
Pemkot juga menyiapkan langkah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui akses permodalan bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL).
Melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menggandeng perbankan, pemerintah akan melakukan pendataan pedagang di tingkat kecamatan. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam memfasilitasi akses tambahan modal bagi pelaku usaha.
Meski demikian, dukungan permodalan tersebut akan dibarengi dengan komitmen terhadap penataan kota. Para pelaku usaha diharapkan tidak lagi menggunakan lokasi yang dilarang untuk berjualan sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban ruang publik.
Menutup rangkaian agenda, Appi turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Berdasarkan pemutakhiran data BMKG, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung cukup panjang sehingga masyarakat diminta mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin muncul. (*)





