
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Antrean panjang kendaraan truk dan bus di sejumlah SPBU di Kota Makassar akibat sulitnya mendapatkan BBM jenis solar mendapat perhatian DPRD Makassar. Anggota DPRD Makassar Muchlis Misbah meminta aparat penegak hukum (APH) menelusuri penyebab kondisi tersebut, termasuk kemungkinan adanya masalah dalam distribusi.
Muchlis mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Ketua DPD VII Hiswana Migas Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Ir. M. Hasbidin, kuota solar untuk wilayah Makassar disebut tidak mengalami pengurangan.
“Memang hari-hari ini sangat meresahkan di setiap SPBU di Kota Makassar dengan adanya antrean mobil truk dan mobil bus karena adanya kelangkaan BBM jenis solar,” kata Muchlis.
Menurutnya, antrean panjang tersebut diduga dipicu kepanikan pengusaha truk, ekspedisi, dan bus yang khawatir tidak mendapatkan pasokan solar. Namun, jika kuota BBM tidak berkurang, kondisi tersebut dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Kalau menurut Ketua Hiswana Migas bahwa jatah BBM solar untuk Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar tidak berkurang, kenapa bisa terjadi antrean? Kan begitu logika. Jadi dicurigai ada penimbunan ini barang (solar),” ujarnya.
Muchlis meminta APH menelusuri rantai distribusi solar, mulai dari SPBU hingga konsumen. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui titik persoalan yang menyebabkan BBM sulit diperoleh.
“Kami minta kepada APH untuk menelusuri aliran BBM ini sampai ke konsumen, kenapa sampai terjadi kelangkaan sementara menurut Ketua Hiswana Migas itu jatahnya tidak berkurang,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak antrean kendaraan berat yang berlangsung berjam-jam. Selain mengganggu arus lalu lintas, kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan di sejumlah ruas jalan.
“Dampaknya sangat meresahkan. Satu, bikin macet di jalan karena antre berjam-jam. Yang kedua, bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” katanya.
Muchlis berharap penelusuran segera dilakukan untuk memastikan penyebab sulitnya mendapatkan solar di sejumlah SPBU Makassar. Ia juga meminta aparat memastikan apakah terdapat persoalan dalam distribusi maupun praktik penimbunan BBM yang menyebabkan antrean terjadi. (*)





