
Ia menegaskan, seluruh nozzle yang tersedia perlu difungsikan secara maksimal selama memenuhi aspek keamanan dan ketentuan operasional. Percepatan pelayanan dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah antrean menumpuk di dalam maupun di luar kawasan SPBU.
Dalam peninjauan tersebut, Appi juga berdialog dengan masyarakat yang sedang mengantre. Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait panjangnya antrean, termasuk proses penggunaan sistem barcode yang dinilai turut memengaruhi durasi pelayanan.
Aspirasi tersebut, kata Appi, menjadi catatan penting dalam evaluasi penanganan antrean BBM.
“Kita dengarkan masyarakat. Mereka ingin dilayani dengan cepat. Jadi pihak SPBU tidak hanya bicara soal stok, tetapi bagaimana sistem pelayanan di lapangan ini bisa dibuat lebih cepat dan tertib,” ujarnya.
Pemkot Dorong Pengaturan Jam Pengisian Bus dan Truk
Selain optimalisasi pelayanan, Appi mendorong adanya pengaturan teknis agar kendaraan yang masuk ke SPBU dapat dilayani secara lebih tertib. Langkah ini diperlukan untuk mencegah antrean mengular hingga ke badan jalan.
Salah satu opsi yang disiapkan ialah pengaturan waktu khusus bagi kendaraan besar, seperti bus dan truk, untuk melakukan pengisian BBM.





