
Dengan pendekatan partisipatif, terintegrasi, dan bertahap, PONDATA melibatkan masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.
Hingga saat ini, program tersebut telah memanfaatkan lima hektare lahan kritis menjadi lahan produktif, antara lain melalui penanaman 36.000 pohon nanas dan 200 pohon kelapa genjah.
PONDATA juga mendorong pengembangan lima produk turunan nanas, yakni selai, jus, dodol, manisan, dan keripik. Secara keseluruhan, program ini melibatkan 105 penerima manfaat langsung dan 390 penerima manfaat tidak langsung.
Restorasi Pesisir dan Pengembangan Produk Olahan Laut
Sementara itu, Gold Award Bidang Kemaritiman diraih melalui Program Restorasi dan Konservasi Kawasan Pesisir dan Hasil Olahan Laut Kecamatan Malili.
Program ini berfokus pada peningkatan peran masyarakat dalam merespons dinamika perubahan ekosistem pesisir dan laut, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan risiko kebencanaan.
Program tersebut menerapkan Ecosystem-Based Approach (EBA), yakni pendekatan yang memanfaatkan fungsi dan jasa ekosistem sebagai bagian dari solusi atas tantangan lingkungan di kawasan pesisir dan laut.





