
Implementasinya mencakup pemanfaatan ekosistem seperti terumbu karang, mangrove, dan lamun dalam mendukung upaya restorasi dan konservasi.
Di sisi ekonomi, program ini turut mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan dan pemanfaatan produk olahan hasil laut. Dengan demikian, upaya perlindungan lingkungan berjalan beriringan dengan penguatan mata pencaharian masyarakat.
Kedua program tersebut mencerminkan pendekatan PT Vale dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal, pemanfaatan potensi wilayah, dan penciptaan kemandirian masyarakat.
Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale, Heriyanto Agung Putra, mengatakan dampak sosial yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“Program pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari proses, bukan sekadar sebagai penerima manfaat. Karena itu, kami terus mendorong pendekatan kolaboratif yang mempertemukan pengetahuan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Heriyanto.





