
Menutup pemaparannya, Maman menegaskan bahwa perjuangan membangun usaha memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pencapaian ekonomi. Ia mendorong calon wirausaha untuk menjaga semangat perjuangan, terutama ketika usaha yang dibangun mampu mengangkat harkat dan derajat orang tua serta memberi manfaat bagi masyarakat.
“Berbagai kendala maupun problem yang dihadapi di daerah tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerah atau mengaku tidak sanggup. Masa depan yang cerah hanya milik mereka yang betul-betul mau berjuang,” tutup Maman.
Unhas Dorong Penguatan Ekosistem Kewirausahaan
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H., yang mewakili Rektor Unhas, mengatakan inovasi kampus membutuhkan ekosistem yang memungkinkan hasil riset bergerak menuju pasar.
Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan akses nyata terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, legalitas, sertifikasi, pendampingan, serta jaringan mitra bisnis.
Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, lembaga pembiayaan, komunitas, dan entrepreneur menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan.





