
Menurutnya, transformasi teknologi tidak hanya berkaitan dengan perangkat dan infrastruktur, tetapi juga kesiapan individu serta kelembagaan dalam memanfaatkannya secara tepat.
Karena itu, pengembangan kapasitas perlu berjalan seiring dengan pertukaran pengetahuan, penguatan kompetensi, pengembangan riset, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan pendidikan serta masyarakat.
Bahas AI hingga Ketahanan Jaringan
Dalam forum SOI Asia, Prof. Jamaluddin hadir sebagai panelis bersama perwakilan institusi anggota lainnya. Pembahasan mencakup peran perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan teknologi, perkembangan AI, pendidikan digital, serta kebutuhan membangun jaringan yang lebih tangguh.
Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial (LTDKA) Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech., menjelaskan bahwa perjalanan Unhas bersama SOI Asia menunjukkan bagaimana sebuah jejaring dapat terus bertahan dan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.
“Unhas telah mengambil bagian dari komunitas SOI Asia sejak 2001. Bandung Declaration 2026 adalah penegasan bahwa jejaring ini masih relevan untuk menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan kolaborasi akademik saat ini,” ujar Prof. Niswar.





