
Relevansi tersebut terlihat dari isu-isu yang dibahas dalam forum, seperti AI, keamanan siber, resilient networks, pendidikan digital, serta riset bersama yang kini menjadi bagian penting dari agenda perguruan tinggi.
Keterlibatan Unhas dalam jejaring tersebut juga membuka peluang bagi sivitas akademika untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan mitra riset di kawasan Asia-Pasifik.
Pengalaman tersebut menjadi modal untuk mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan teknologi.
Tandatangani Bandung Declaration 2026
Salah satu momentum penting dalam pertemuan tersebut ialah penandatanganan SOI-Asia Bandung Declaration 2026 oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama pimpinan institusi anggota SOI Asia.
Deklarasi tersebut menegaskan kembali komitmen komunitas akademik dan riset untuk membangun masyarakat global yang tangguh melalui penguatan hubungan antarinstitusi di kawasan Asia-Pasifik dan wilayah lainnya.
Bagi Unhas, deklarasi ini sekaligus menjadi penanda perjalanan keterlibatan yang telah berlangsung selama lebih dari 25 tahun.





