
Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan bersih-bersih tidak hanya menjadi aksi simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari proses edukasi pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.
Pemerintah Kecamatan Mariso selanjutnya didorong untuk menjaga keberlanjutan gerakan tersebut melalui kegiatan kebersihan rutin di wilayah masing-masing.
Dengan keterlibatan pemerintah, komunitas, TP PKK, RT-RW dan masyarakat, World Clean Up Day di Makassar diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.
“Momentum ini, menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah, yakni menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari,” tutup dia. (*)





