
Pemkot Makassar juga tengah mempersiapkan penguatan kurikulum, khususnya pada sekolah negeri. Penguatan tersebut diarahkan untuk memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan budi pekerti, tata krama, agama, serta nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Selain kurikulum dan karakter, pembenahan infrastruktur pendidikan juga menjadi perhatian. Pemerintah kota akan melakukan pemetaan kondisi sekolah untuk menentukan kebutuhan prioritas, termasuk terkait ketersediaan tenaga pendidik.
Appi mengatakan pemenuhan tenaga pendidik juga perlu memperhatikan keberagaman peserta didik, termasuk kebutuhan guru agama bagi siswa dari kelompok minoritas.
“Kami Pemerintah Kota akan menyelesaikan untuk memastikan jangan berlarut-larut dan supaya ada kepastian,” ujarnya saat menanggapi persoalan sekolah yang masih berstatus sengketa.
Asesmen 464 Kepala Sekolah
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman mengatakan asesmen tersebut diikuti 464 peserta. Mereka terdiri dari 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, dan 95 kepala sekolah SMP swasta.
Menurut Achi, asesmen tidak hanya menjadi bagian dari evaluasi kepala sekolah, tetapi juga momentum untuk memperkuat inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan di satuan pendidikan.





