
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 464 peserta yang terdiri dari 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, dan 95 kepala sekolah SMP swasta.
Selain menjadi bagian dari asesmen kepala sekolah, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat inovasi lingkungan di satuan pendidikan.
Achi menyebut saat ini terdapat 86 inovasi lingkungan yang telah dicanangkan pada jenjang SD dan SMP di Kota Makassar.
Ia berharap kerja sama antara sekolah dan bank sampah dapat menjadi langkah konkret dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan warga sekolah.
Program tersebut juga sejalan dengan capaian sekolah di Makassar dalam program Adiwiyata. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Makassar, sebanyak 320 sekolah telah meraih predikat Adiwiyata.
Rinciannya, 203 sekolah berstatus Adiwiyata Kota, 83 sekolah Adiwiyata Provinsi, 25 sekolah Adiwiyata Nasional, dan sembilan sekolah Adiwiyata Mandiri.
Menurut Achi, kolaborasi sekolah dan bank sampah diarahkan untuk membangun kesadaran warga sekolah terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekaligus membiasakan peserta didik memilah sampah sejak dini.





