
Menurutnya, Pemprov NTB juga tengah memperluas perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya, terutama pekerja informal yang masih memiliki ruang besar untuk dijangkau program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami hadir di Kota Makassar untuk belajar dari sebuah inovasi yang sangat inspiratif, salah satunya program Makassar Berjasa. Program ini menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah daerah kepada pekerja rentan,” ujarnya.
Indah juga menyoroti pola pendekatan berbasis komunitas melalui Agen Perisai hingga tingkat RW. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi NTB untuk memperluas perlindungan sosial hingga tingkat desa dan dusun.
“Kami ingin mempelajari bagaimana kebijakan dirancang, bagaimana penganggarannya melalui APBD, siapa sasaran penerimanya, serta bagaimana implementasinya dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Aliyah menyambut positif kunjungan tersebut dan menilai studi tiru menjadi ruang bagi kedua daerah untuk saling bertukar pengalaman serta mengembangkan inovasi sesuai karakteristik masing-masing.
“Studi tiru hari ini bukanlah sarana untuk merasa lebih baik, melainkan wadah untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Kami yakin banyak pula inovasi luar biasa dari NTB yang dapat kami pelajari bersama,” tuturnya.





