
Dengan kadar TDS yang lebih terkendali, pompa di Intake Manggala diharapkan dapat beroperasi lebih stabil tanpa harus berulang kali dihentikan ketika kualitas air baku mengalami penurunan.
“Ini solusi jangka panjang kebutuhan air baku. Bendung karet itu bisa menahan air laut masuk sehingga TDS-nya bisa menurun dan pompa kita di Intake Manggala bisa beraktivitas 24 jam,” ujarnya.
Selama ini, pengoperasian pompa di Intake Manggala masih sangat bergantung pada kondisi kualitas air baku. Ketika kadar TDS meningkat akibat intrusi air laut, pompa terpaksa dihentikan sementara.
“Selama ini kita buka-tutup. Kalau TDS naik, kita tutup dulu pompanya. Jadi perlu ada bendung karet untuk menaikkan dan mengatur tinggi air di sungai secara fleksibel sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Potensi Suplai 600–1.000 Liter per Detik
Andi menyebut Sungai Tallo memiliki potensi sebagai sumber air baku tambahan bagi Makassar. Jika kadar TDS dapat dikendalikan, sumber air tersebut diperkirakan mampu menghasilkan suplai sekitar 600 hingga 1.000 liter per detik.
Menurutnya, keberadaan bendung karet akan memungkinkan potensi tersebut dimanfaatkan secara lebih maksimal, khususnya ketika memasuki musim kemarau.





