
“Kalau sudah ada bendung karet di situ, berarti 600 liter per detik bisa terus tersedia. Ini bisa menjadi solusi air baku untuk kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Pemanfaatan Sungai Tallo juga dinilai memiliki keuntungan karena lokasinya relatif lebih dekat dengan Intake Manggala. Hal ini dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi sistem penyediaan air baku PDAM.
Saat ini, salah satu sumber air baku utama Perumda Air Minum Kota Makassar berasal dari Bendung Lekopancing di Kabupaten Maros yang berjarak cukup jauh dari wilayah pelayanan.
Andi menjelaskan, jarak sumber air dari Lekopancing menuju kawasan Moncongloe mencapai sekitar 20 kilometer. Dalam proses penyalurannya menuju Makassar, volume air yang dapat dimanfaatkan juga mengalami penyusutan.
“Kalau menjadi program kementerian untuk memasang bendung karet, secara pribadi dan secara teknis saya melihat bahwa kita selama ini mengambil dari Lekopancing,” katanya.
Ia menyebut kebutuhan minimal air baku untuk mendukung pelayanan masyarakat di wilayah utara dan timur Makassar berada di kisaran 300 liter per detik.
Dengan potensi suplai sekitar 600 liter per detik dari Sungai Tallo, sumber tersebut dinilai memiliki kapasitas yang cukup untuk membantu menopang kebutuhan air baku di wilayah tersebut.





