
“Jadi ada beberapa item bisa kita maksimal. Penyusunan BBM itu sudah utamanya untuk alat transportasi pengangkutan sampah dan BSU juga penting,” jelasnya.
Penambahan armada, kata Zulkifly, akan disesuaikan dengan volume sampah dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Berapapun volume sampah yang kita angkut, nantinya akan dikaji kira-kira berapa kebutuhan dari setiap kecamatan dalam hal pengangkutan sampah,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Makassar terus menggalakkan pemilahan sampah dari sumber untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
“Makanya kita terus galakkan sosialisasikan untuk pemilahan sampah supaya terjadi pengurangan sampah yang ada di TPA,” ujarnya.
Pemilahan dilakukan menjadi empat kategori, yakni sampah organik, anorganik, residu, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, buah dan daun dapat terurai secara alami. Sementara botol plastik, kaleng, kertas, kardus dan kaca dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang.
Adapun sampah residu seperti popok, pembalut, tisu dan plastik saset tidak dapat didaur ulang. Sedangkan baterai bekas, lampu, obat kedaluwarsa dan kemasan pestisida harus dipisahkan karena termasuk B3.





