
Ia menargetkan hasil kolaborasi gastronomi tersebut dapat memperkuat identitas kuliner Makassar sekaligus membuka peluang agar makanan tradisional seperti barongko memiliki nilai ekonomi dan jangkauan pasar yang lebih luas, termasuk hingga ke tingkat internasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, perwakilan Prancis dan Indonesia, serta jajaran DPD ASITA Sulsel. (*)





