
External Relations Officer PT Vale IGP Pomalaa, Sri Mitha Fitriani, mengatakan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pendampingan dimulai dengan membangun kapasitas sumber daya manusianya melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. Harapannya, kualitas dan kapasitas produk UMKM binaan terus meningkat sehingga mampu menjangkau pasar yang semakin luas,” ujar Sri Mitha.
Partisipasi di Kriyanusa kemudian menjadi salah satu ruang bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produk sekaligus memperoleh pengalaman langsung berinteraksi dengan pasar di tingkat nasional.
*Dari Pomalaa, Pertanian Organik Tumbuh Menjadi Produk Bernilai Tambah*
Bagi Salmi (54), petani sekaligus penggerak UMKM yang tergabung dalam Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK), kesempatan mengikuti Kriyanusa merupakan kelanjutan dari proses pendampingan yang telah dijalaninya sejak 2021.
Salmi mengenal pengembangan pertanian organik setelah mengikuti program pendampingan di Kabupaten Kolaka. Dari kegiatan yang semula berfokus pada praktik pertanian organik, pengembangan kemudian meluas ke tanaman pangan, hortikultura, serta berbagai produk olahan.





