
“Keikutsertaan kami dalam pameran UMKM membuka mata bahwa masih banyak peluang yang bisa kami kembangkan. Kami senang mendapat kesempatan hadir di Kriyanusa dan memperkenalkan produk yang selama ini kami kembangkan,” tutur Salmi.
Ia mengatakan pendampingan yang diterima tidak hanya berupa peningkatan pengetahuan, tetapi juga dukungan peralatan dan pendampingan secara berkala.
“Awalnya kami belum mengenal pertanian organik. Setelah mendapat sosialisasi dan pendampingan, kami mulai belajar dan mengembangkannya. Kami berterima kasih atas ilmu, peralatan, dan pendampingan yang diberikan kepada para petani,” tambahnya.
*Membuka Ruang Pasar bagi Produk dari Morowali*
Pengalaman serupa dirasakan Ilham (37), pelaku UMKM binaan dari Morowali yang membawa sejumlah produk seperti teh bunga telang, beras organik, serbuk kunyit asam, bunga rosella, dan virgin coconut oil (VCO).
“Kami berterima kasih karena difasilitasi untuk mengikuti pameran besar seperti Kriyanusa. Bagi kami, kesempatan ini menjadi bagian dari proses yang selama ini dijalani, mulai dari pendampingan hingga produk yang kami hasilkan dapat diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas,” ujar Ilham.





