
“Kami karena Unhas punya fungsi pendidikan dan segala macam, maka kami masuk di hulu dan hilirnya,” sambungnya.
Untuk tahap awal, program tersebut ditargetkan diterapkan sedikitnya pada 50 titik percontohan di Kota Makassar. Lokasi tersebut nantinya akan ditentukan melalui proses asesmen oleh tim Unhas setelah Pemkot Makassar memberikan sejumlah titik yang dinilai potensial.
“Minimal 50. Nanti kami asesmen. Kalau Pak Wali sudah memberikan titik-titiknya, kami akan asesmen. Dari hasil asesmen itu baru kita coba eksekusi,” kata Syahdar.
Ia menjelaskan, konsep yang ditawarkan Unhas memiliki pendekatan yang berbeda karena pengembangan maggot langsung diarahkan untuk mendukung sektor peternakan, khususnya sebagai bahan pakan Ayam Alope Unhas.
“Kalau kita sudah terintegrasi dengan peternakan. Jadi tidak perlu lagi kita berpikir ke mana-mana, yang penting efisien, masuk menjadi pakan,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan dukungannya terhadap rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengembangan sistem ini berpotensi mengurangi beban sampah organik sekaligus menciptakan rantai ekonomi baru di masyarakat.





