
“Melalui pola ini, pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pengurangan volume sampah, tetapi dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem produktif yang melibatkan masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor peternakan,” ujar Munafri.
Kolaborasi Pemkot Makassar dan Unhas tersebut diharapkan dapat membangun pola pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Sampah organik yang sebelumnya menjadi beban lingkungan diarahkan menjadi bahan budidaya maggot, sementara hasilnya dimanfaatkan kembali untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.
Dengan target awal 50 titik percontohan, program ini sekaligus membuka ruang keterlibatan kelompok masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi produktif di Kota Makassar. (*)





