
Ia mengatakan Pemkot Makassar juga tengah menyiapkan blueprint yang nantinya dapat mengintegrasikan berbagai inovasi tersebut ke dalam sistem Lontara. Integrasi itu diharapkan membuat inovasi di tingkat kecamatan dan kelurahan dapat terhubung dengan sistem pelayanan dan pengelolaan pemerintah kota.
“Ini memang sudah kita rencanakan untuk membuat blueprint, kemudian kita satukan di Lontara dalam rangka peningkatan PAD. Nantinya bisa terhubung dengan inovasi di kecamatan dan kelurahan, termasuk pengembangan UMKM,” katanya.
Menurut Andi Zulkifly, perluasan sasaran inovasi juga penting dilakukan sejak tahap awal. Ia meminta peserta tidak hanya berfokus pada lokus terbatas, tetapi mulai memperluas cakupan agar dampak program dapat dibandingkan dan dievaluasi.
Khusus pengembangan UMKM di Kecamatan Rappocini, ia mendorong agar cakupan wilayah diperluas dengan menambah sedikitnya lima kelurahan.
“Kalau target jangka pendeknya hanya dua kelurahan, saya minta ditambah. Minimal setengahnya. Misalnya di Rappocini ada lima kelurahan yang menjadi tambahan untuk pengembangan UMKM, saya minta ditambah lima kelurahan,” tuturnya.





