
“UMKM itu tidak cukup hanya memenuhi standar yang dimau market, tetapi juga harus memahami standar regulasi di negara tujuan. Dalam ekspor misalnya, buyer bisa saja sudah menerima spesifikasi produk kita, tetapi regulasi bea cukai atau standar masuk negaranya belum tentu sama,” jelasnya.
Melalui penjajakan kerja sama tersebut, Pemkot Makassar berharap ekosistem UMKM dapat semakin kuat, baik dari sisi kapasitas usaha, kualitas produk maupun pemahaman terhadap ketentuan pasar internasional.
Kolaborasi bersama Australia melalui program IA-CEPA Katalis juga diharapkan dapat membuka jaringan dan akses pasar baru, sekaligus mendorong semakin banyak produk UMKM Makassar memiliki peluang untuk bersaing di pasar global. (*)





