
Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur melalui capaian produksi dan investasi, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
“Melalui kegiatan operasi, pengembangan proyek hilirisasi dan pemberdayaan UMKM, kami bermaksud membuka lebih banyak peluang ekonomi agar masyarakat dapat tumbuh bersama perkembangan industri,” ujar Bernardus.
Ia menjelaskan, dukungan perusahaan terhadap masyarakat juga mencakup berbagai bidang, mulai dari penguatan ekonomi, pendidikan, peningkatan kapasitas, kesehatan, hingga kesejahteraan.
Bernardus menambahkan, pengembangan industri nikel diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, termasuk melalui peningkatan kebutuhan barang, jasa, serta tumbuhnya usaha pendukung di sekitar kawasan industri.
Untuk membantu masyarakat memanfaatkan peluang tersebut, Vale Indonesia menjalankan program pemberdayaan UMKM yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar.
Hingga 30 September 2026, perusahaan telah mendukung 127 UMKM yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.





