
Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 UMKM binaan telah memperoleh akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa. Fasilitas ini membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat Harkopnas ke-79 bertema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”. Peringatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah berperan melalui kebijakan dan penyediaan ekosistem pendukung, koperasi mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis keanggotaan, sementara dunia usaha berkontribusi melalui investasi, kemitraan, kegiatan operasional, dan pemberdayaan masyarakat.
Kopkar Vale Bertahan dan Berkembang Sejak 1979
Selain mendorong UMKM di sekitar wilayah operasional, perkembangan ekonomi berbasis koperasi juga terlihat melalui Koperasi Karyawan Vale (Kopkar Vale) yang telah berdiri sejak 1979.
Koperasi tersebut awalnya dibentuk untuk memenuhi kebutuhan pokok karyawan PT INCO, perusahaan yang menjadi pendahulu Vale Indonesia, di Sorowako.
Seiring perkembangan waktu, Kopkar Vale bertransformasi menjadi badan usaha mandiri dengan lebih dari 1.300 anggota. Layanan yang dikembangkan kini mencakup sektor ritel dan simpan pinjam.





