
“Jangan tunggu sampai sesak, baru kita peduli,” imbaunya.
Fadli menekankan, perlindungan perlu dilakukan sejak dini, terutama ketika kondisi udara memburuk. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai ketika berada di tengah kondisi berasap, serta memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit penyerta.
PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan partikel ini berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan dan penderita asma, penyakit paru-paru, maupun gangguan jantung.
Penurunan kualitas udara dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, pembakaran terbuka, aktivitas manusia, hingga pergerakan angin yang membawa partikel polusi dari wilayah lain.
Informasi mengenai kemungkinan pergerakan asap dari sejumlah wilayah di Indonesia menuju Sulawesi Selatan juga menjadi perhatian. Namun, sumber dan besarnya kontribusi asap terhadap kondisi udara di Makassar masih perlu dipastikan melalui pemantauan dan analisis resmi instansi berwenang.





