
Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan pencegahan dan pengendalian rabies membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Upaya menjadi tanggung jawab lintas sektor, dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, institusi pendidikan, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan dan sambutan para pemangku kepentingan, pencanangan komitmen bersama dalam pencegahan rabies, edukasi kepada anak-anak sekolah, serta pelayanan kesehatan hewan. Pelayanan tersebut mencakup vaksinasi rabies gratis bagi anjing dan kucing, sterilisasi hewan dengan kuota terbatas, serta konsultasi kesehatan hewan oleh dokter hewan.
Fokus utama memberikan edukasi rabies bagi anak-anak, terutama menanamkan pemahaman sejak dini mengenai cara berinteraksi dengan hewan secara aman dan bertanggung jawab.
Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf dan hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul. Oleh karena itu, vaksinasi hewan penular rabies, peningkatan kewaspadaan terhadap gigitan hewan, serta penanganan luka gigitan secara cepat dan tepat merupakan langkah penting dalam pencegahan.





