SOLUSIMEDIA.ID,TAKALAR- Dalam rangka memperingati World Rabies Day atau Hari Rabies Sedunia 2026, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sulawesi Selatan dan Barat bersama para pemangku kepentingan di Kabupaten Takalar menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan hewan,rabu 15 oktober. Kegiatan yang mengusung tema “Stronger Together “ini menjadi wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies serta pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut. Selain itu menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dokter hewan, tenaga kesehatan hewan, aparat keamanan, pemerintah desa, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan upaya pencegahan rabies yang berkelanjutan. Jargon kegiatan, “World Rabies Day 2026 Kabupaten Takalar: Gassing Ngaseng Ki”, merepresentasikan ajakan untuk bergerak bersama dan memperkuat kepedulian terhadap kesehatan manusia dan hewan. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pabrik Gula Takalar ini dihadiri oleh Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M.; perwakilan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan beserta jajaran; General Manager Pabrik Gula Takalar; Kepala Desa Parang Baddo, Kepala Desa Parangluara, dan Kepala Desa Parangpunganta; serta para dokter hewan, tenaga kesehatan hewan, guru taman kanak-kanak (TK), tamu undangan, dan unsur TNI–Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan pencegahan dan pengendalian rabies membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Upaya menjadi tanggung jawab lintas sektor, dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, institusi pendidikan, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan dan sambutan para pemangku kepentingan, pencanangan komitmen bersama dalam pencegahan rabies, edukasi kepada anak-anak sekolah, serta pelayanan kesehatan hewan. Pelayanan tersebut mencakup vaksinasi rabies gratis bagi anjing dan kucing, sterilisasi hewan dengan kuota terbatas, serta konsultasi kesehatan hewan oleh dokter hewan. Fokus utama memberikan edukasi rabies bagi anak-anak, terutama menanamkan pemahaman sejak dini mengenai cara berinteraksi dengan hewan secara aman dan bertanggung jawab. Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf dan hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul. Oleh karena itu, vaksinasi hewan penular rabies, peningkatan kewaspadaan terhadap gigitan hewan, serta penanganan luka gigitan secara cepat dan tepat merupakan langkah penting dalam pencegahan. Masyarakat diingatkan segera mencuci luka gigitan atau cakaran yang berisiko menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit dan segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah ini penting untuk memperoleh penilaian risiko serta penanganan lebih lanjut, termasuk pemberian vaksin dan serum antirabies apabila diindikasikan. Keterlibatan para guru TK turut memperkuat pendekatan edukasi sejak usia dini. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya menyayangi hewan secara aman, tidak mengganggu hewan yang sedang makan atau beristirahat, serta meminta pendampingan orang dewasa ketika berinteraksi dengan hewan yang tidak dikenal. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun perilaku yang lebih aman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan. Dengan tema “Stronger Together” menjadi pengingat keberhasilan pengendalian rabies membutuhkkan koordinasi lintas sektor, peningkatan cakupan vaksinasi hewan, penguatan edukasi masyarakat, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian rabies. Melalui semangat “Gassing Ngaseng Ki”, peringatan World Rabies Day 2026 di Kabupaten Takalar diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kesadaran kolektif bahwa perlindungan kesehatan hewan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya melindungi kesehatan masyarakat.(*)