
Masyarakat diingatkan segera mencuci luka gigitan atau cakaran yang berisiko menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit dan segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah ini penting untuk memperoleh penilaian risiko serta penanganan lebih lanjut, termasuk pemberian vaksin dan serum antirabies apabila diindikasikan.
Keterlibatan para guru TK turut memperkuat pendekatan edukasi sejak usia dini. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya menyayangi hewan secara aman, tidak mengganggu hewan yang sedang makan atau beristirahat, serta meminta pendampingan orang dewasa ketika berinteraksi dengan hewan yang tidak dikenal. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun perilaku yang lebih aman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.
Dengan tema “Stronger Together” menjadi pengingat keberhasilan pengendalian rabies membutuhkkan koordinasi lintas sektor, peningkatan cakupan vaksinasi hewan, penguatan edukasi masyarakat, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian rabies.
Melalui semangat “Gassing Ngaseng Ki”, peringatan World Rabies Day 2026 di Kabupaten Takalar diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kesadaran kolektif bahwa perlindungan kesehatan hewan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya melindungi kesehatan masyarakat.(*)





